Postingan

6. Masa Lalu Vs Masa Depan. Siapa yang Akan Menang

6 Masa Lalu Vs Masa Depan. Siapa yang Akan Menang?   Feli itu Munafik. 22 Juli 2023. Tanggal 22 Juli 2023. Hari itu kutemukan kembali sesosok yang dulu selalu menjadi hal yang kutulis di dalam kertas yang kusut. Ketika aku duduk di depan ketiga temanku, Vhira, Amrah, dan Meisna, kami menunggu misa pagi. Tak lama kemudian, datang sosok yang cantik, anggun, dan lembut. Namun aku tidak akan tertipu dengan kelebihan yang dia miliki. Namanya Felania Jhemsi, disapa Feli pada umumnya. Dia sudah menjadi temanku sejak SMP hingga saat ini. Sempat terjadi rasa nyaman dengannya, apalagi sejak masa SMP. Sampai akhirnya, dia menjadi salah satu alasanku untuk meninggalkan Toraja. Dia memang cantik, dan aku pun pernah suka padanya. Tapi suka bukan berarti kita harus memiliki, kan? Aku rasa begitu. Aku mendekatinya cukup lama sampai ada hal yang membuatku memilih mundur. Kelebihan yang ada padanya justru menjadi alat untuk memanipulasi banyak laki-laki. Aku salah satu korbannya. ...

5. Sesuatu yang Tidak mungkin Kembali

  5 Sesuatu yang Tidak mungkin Kembali     19 Juli 2023. Sesuatu yang Perlahan Menghilang. Selama dua hari, aku mengutuk diri di dalam kamar. Hanya sesekali keluar pada pagi dan sore hari. Bahkan ayah sampai bingung dan khawatir. "Kamu sakit, Sen?" tanya ayah suatu pagi, ketika aku baru saja keluar dari kamar. Aku tidak punya jawaban, yang ada hanya alasan klasik. "Iya kayaknya, Yah. Masuk angin." Dari dapur, bunda ikut menyahut. "Nggak minum obat, Sen?" "Sudah, Bu. Ntar juga anginnya bosan, terus keluar." Begitu jawabanku, sebelum aku masuk kembali ke dalam kamar. Kalau kalian bertanya mengapa, aku pun tidak tahu akan menjawabnya. Yang aku rasakan hanya bahwa ada sesuatu yang hilang dalam diriku. Apa itu, aku juga tidak tahu. Yang pastinya, aku berusaha mencari tahu. Di dalam kamar, aku tetap menikmati secangkir kopi. Gelas bekas kopi di atas mejaku tertumpuk. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam. Sudah enam cangkir, sebagian...

4. Domba yang Hilang

4 Domba yang Hilang   17 Juli 2023. Warung Pak Hendra. Setelah semuanya beres, kami memutuskan untuk balik ke Toraja. Tersisa urusan tempat tinggal, tapi kata Kael, "Itu urusan belakangan." Aku iyakan, demikian Rens. Sore hari, pukul 16.23 WITA, aku sejenak singgah di warung Pak Hendra, tempat biasaku membeli kebutuhan sehari-hari. Kuingat lagi istri Pak Hendra. Beliau sempat bilang begini padaku sewaktu aku berangkat ke Samarinda. "Di sana jangan nakal seperti kakakmu, sekolah yang baik-baik." Ya Tuhan, tempatkanlah Bu Hendra di sisi kananmu. Ia adalah orang yang baik, selalu membantu beberapa keluarga di kampung, apalagi aku. "Doaku selalu menyertaimu, Bu Hendra." Bu Hendra meninggal setahun yang lalu. Ia menderita kanker payudara, dan penyakit itu pula yang membuatnya pergi. Sampai detik ini, aku selalu mengingatnya setiap kali lewat di depan rumahnya. Ia punya anak tunggal bernama Hendra. Sekarang sudah duduk di bangku SD. Aku kur...

3. Baju yang Sama

  3 Baju yang Sama     Masih di Daerah Anggrek. 15 Juli 2023. Hari ketiga di Palopo, masih di daerah Anggrek, kami kedatangan tamu. Kael. Dia juga kawanku yang ke mana pun aku pergi, dia pasti ikut. Demikian sebaliknya. Aku pernah membersihkan ladang merica bersama Kael dengan upah yang seadanya. Praktik Kerja Lapangan masih sama-sama di Morowali, tinggal di Kolonodale, Kecamatan Petasia. Sama-sama ikut Seleksi Nasional Berdasarkan Tes di UNMUL. Aku masih ingat waktu itu Kael tersesat di dalam kampus UNMUL. Selama di Samarinda, aku tinggal sama Kael, jadi kuli bangunan dengan upah yang juga tidak diterima oleh akalku. Tapi kami memilih memakluminya, dengan alasan karena bos kami gondrong. Jadi, aku dan Kael ini dekat sekali sejak dulu. Saking dekatnya, kami memutuskan untuk sama-sama kuliah di Palopo dan mengambil jalur berbeda dari beberapa teman kami yang lain. Kilas balik mengapa Kael telat datang ke Palopo: kata Kael, dia belum punya SIM C. Jadi dia me...