Postingan

9. Aku Bukan Siapa-siapa

  9 Aku Bukan Siapa-siapa     Tepat di depan SMAN 3. Aku berkata pada Feli. "Kamu tidak beda jauh dariku, Fel." "Beda jauhlah, mamaku dokter." Feli tertawa pelan. "Ahk, kamu jahat." "Bercanda, Sen." Aku diam sambil senyum-senyum. Di dalam spion, mataku bertemu dengan mata Feli. "Ngapain senyum-senyum?" tanya Feli. "Kamu ternyata juga suka ngobrol sama benda ya, Fel. Sampai-sampai gelang ini punya nama." "Kamu pikir hanya kamu yang kesepian? Setelah kamu ke Samarinda, aku tertular, Sen." Aku mengulum senyumku. "Seharusnya aku tak ke sana." "Kenapa begitu? Kan penting, Sen." "Gara-gara aku ke sana, kamu tertular virus gilaku." "Hahaha." Feli tertawa kencang. Kami pun membisu satu sama lain. Ketika hampir tiba di rumahnya Feli, dari belakang suaranya terdengar jelas. "Aku boleh peluk kamu nggak, Sen?" "Boleh." Feli langsu...

8. Seperti Gado-gado

8 Seperti Gado-gado     Mapongka. 23 Juli 2023. Feli menuntun jalanku menuju bukit padang rumput. Kalau dari jauh, tampak seperti sabana. Kalau dekat, seperti padang rumput. Itu menurutku, kalau orang lain, aku tak tahu. Tempat itu cocok untuk camping. Sewaktu dulu, banyak anak-anak remaja memilih tempat ini untuk pacaran. Kejadian juga banyak terjadi, cuman aku tidak terlalu menyukai pembahasan itu. Menurutku, itu merusak pemandangan tempat itu. Kami berjalan sambil bercerita. Feli masih manja, dia tak mau menginjak jalan becek, takut kotor. Berjalan sangat hati-hati, takut jatuh. Tapi justru itulah yang membuatku selalu memperhatikan Feli, dan hal itu tertanam dalam ingatanku. "Kok, kamu telat, Sen?" tanya Feli. Dia baru saja melompati sedikit lumpur di depannya. "Aku singgah di rumahmu," jawabku. Feli berhenti sebentar. "Ha? Ngapain?" "Kenalan sama papamu." "Kan udah kenal." "Nggak, dia lupa sama aku....

7. Janggal

7 Janggal     WhatsApp Feli Gadis Konglomerat   Sen, mau jalan-jalan? Ke mana? Terserah. Aku baru googling, tidak ada tempat yang kamu sebutkan. Ya Tuhan. Maksudnya, dari kamu saja Sen. Ke mana saja. Pinggir tempat sampah mau? Boleh. Asal ada kamunya. Kamu pasti berpikir kalau aku lagi tersenyum. Memang iya. Selamat, kamu benar.     Aku keluar sebentar dari kolom pesan Feli. Aku tak tahu mengapa sangat sulit menolak ajakannya. Aku hanya merasa sudah terbiasa seperti itu sama Feli. Saking terbiasanya, aku lupa kalau Feli yang kukenal sudah sejak lama menghilang dalam diriku. Tapi....     Ya sudah, 08.21 ya. Pakai celana apa? Jeans panjang. Hoodie? Iya. Yang warna putih. Toraja dingin. Tapi panas kalau dekat aspal. Ngapain juga di pinggir jalan Sen. Jualan. Gorengan? Sepatu. Bubur? Madu asli. Buah-buahan? Kangkung. Haha sudah Sen, aku tunggu ya! ...