9. Aku Bukan Siapa-siapa
9 Aku Bukan Siapa-siapa Tepat di depan SMAN 3. Aku berkata pada Feli. "Kamu tidak beda jauh dariku, Fel." "Beda jauhlah, mamaku dokter." Feli tertawa pelan. "Ahk, kamu jahat." "Bercanda, Sen." Aku diam sambil senyum-senyum. Di dalam spion, mataku bertemu dengan mata Feli. "Ngapain senyum-senyum?" tanya Feli. "Kamu ternyata juga suka ngobrol sama benda ya, Fel. Sampai-sampai gelang ini punya nama." "Kamu pikir hanya kamu yang kesepian? Setelah kamu ke Samarinda, aku tertular, Sen." Aku mengulum senyumku. "Seharusnya aku tak ke sana." "Kenapa begitu? Kan penting, Sen." "Gara-gara aku ke sana, kamu tertular virus gilaku." "Hahaha." Feli tertawa kencang. Kami pun membisu satu sama lain. Ketika hampir tiba di rumahnya Feli, dari belakang suaranya terdengar jelas. "Aku boleh peluk kamu nggak, Sen?" "Boleh." Feli langsu...